FORUM KITA

Mengenai Saya

Foto saya
Guru Mata Pelajaran Kimia di SMA Saraswati Seririt, Bali, Indonesia
BERRBAGI PENGETAHUAN KIMIA DAN PENGETAHUAN LAINNYA DARI SMA SARASWATI SERIRIT

Jumat, 24 September 2010

PUPUTAN

PuputanPUPUTAN .....sebuah kata yang tiba-tiba saja terlintas di benak ajibelog ketika ia menonton ti pi di rumah tetangganya. maklum penghasilannya sehari -hari hanya cukup untuk mengganjal perutnya hari itu bersama anak dan istrinya, Itupun sudah digabungkan dengan pendapatan istrinya...
        Sambil berjalan pulang dari rumah tetangganya tempat ajibelog menonton ti pi tadi ajibelog terus terngiang dengan isi berita dalam salah satu acara ti pi mengenai kerusuhan yang terjadi di mana mana. Masing-masing pihak mengatakan dirinya paling benar dan menyalahkan pihak lain dan karena masing-masing pihak sama-sama merasa benar dan mempertahankan kebenarannya masing-masing makan terjadilah kerusuhan itu.
        Beh rasanya keadaan yang di dalam berita itu ibaratnya seperti perang saja, berguman ajibelog dalam hati, tapi aku tidak mengerti dengan apa yang mereka ributkan..pikir ajibelog lagi. dalam pikiran sederhananya ajibelog orang berperang adalah untuk mempertahankan negaranya dari serangan penjajah sperti yang diajarkan oleh bapak guru ketika aji belog masih di esde dulu.
       Teringat aji belog ketika guru sejarahnya pada masa ajibelog esde dulu yang mengajarkan betapa gigih dan beraninnya para pahlawan bangsa memperjuangkan dan mempertahankan negara kesatuan republik indonesia ini, harta, darah bahkan jiwa dipertaruhkan oleh para pahlawan demi mempertahankan kesatuan bangsa tercinta ini...mereka bersatu padu untuk mepertahankan kesatuan negara ini, tanpa peduli dari suku, ras, aliran kepercayaan dan agama apapun. yang penting adalah tetap utuhnya negara kesatuan republik indonesia tercinta
       Tetapi yang baru saja ajibelog saksikan di ti pi tadi adalah pertempuran yang terjadi justru diantara sesama bangsa indonesia, mereka saling tonjok saling lempar saling tusuk karena masing -masing kelompok merasa paling benar, paling baik dan paling suci.....beh macam-macam sudah alasannya. Alasan yang tidak bisa dimengerti oleh pola pikir ajibelog yang sederhana
       Dalam benaknya aji belog hanya mengerti bahwa yang harus diperjuangkan sampai titik darah peghabisan adalah negara kesatuan ini, bukan yang lain-lain sebagaimana yang telah dilakukan oleh yang terhormat I Gusti Ngurah Rai dengan pasukan ciung wanaranya dulu. Pertempuran yang terjadi sekarang sangat jauh dengan puputan yang pernah dilakukan oleh yang terhormat I Gusti Ngurah Rai pada masa terdahulu yang menyisakan keharuman bangsa, darah yang membasahi pertiwi begitu harum semerbak, sangat jauh berbeda dengan apa yang baru ia saksikan di ti pi tadi....darah yang tertumpah menyisakan kesedihan dan sakit hati ....dan pada akhirnya akan berulang lagi seperti itu..
      Berpikir sampai disana ajibelog tidak melanjutkan lagi karena ia sudah sampai di pintu pekarangan rumahnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

koment gitu loh