KESEMPURNAAN HANYALAH TUHAN MAKA SANGATLAH BIJAK UNTUK TIDAK MERASA LEBIH SEMPURNA DARI MAKHLUK TUHAN LAINNYA
FORUM KITA
Mengenai Saya
- I B Marantika
- Guru Mata Pelajaran Kimia di SMA Saraswati Seririt, Bali, Indonesia
- BERRBAGI PENGETAHUAN KIMIA DAN PENGETAHUAN LAINNYA DARI SMA SARASWATI SERIRIT
Kamis, 30 September 2010
Senin, 27 September 2010
Saraswati (simbul manusia seutuhnya ala Hindu )

Saraswati adalah gambaran manusia seutuhnya (manusia ideal ) ala Hindu. Manusia dalam konsep hindu adalah manusia yang menguasai berbagai kompetensi. Manusia yang menguasai berbagai kompetensi akan menjadi manusia yang menarik layaknya seorang perempuan dengan wajah cantik secantik Dewi Saraswati. Sosok wanita cantik tentu akan menarik bagi yang melihatnya apalagi dengan sikap yang lemah lembut, berwawasan luas, ditambah dengan bentuk tubuh indah dan senyum manisnya tentu akan menjadi daya tarik bagi tersendiri bagi yang melihatnya
Dewi saraswati yang digambarkan membawa genitri (tasbih) yang merupakan simbul bahwa ilmu pengetahuan tidak akan ada habid-habisnya untuk dipelajari, ini mengisyaratkan kapada kita agar tidak menyombongkan diri dengan semua kemampuan yang sudah kita miliki karena ilmu pengetahuan itu tak terbatas, ini mengingatkan kita akan pembelajaran sepanjang hayat. Keropak (lontar), ini adalah hardisk untuk menyimpan berbagai ilmu pengetahuan, dan memginspirasi kita untuk menimba ilmu sebanyak mungkin dan menyimpannya dalam hardisk (ingat otak manusia adalah hardisk dengan kapasitas yang sangat besar, Dewi Saraswati juga digambarkan membawa alat musik tradisional simbol ini dapat dipaparkan bahwa alat musik tradisional yang mengalunkan nada-nada yang mampu memanjakkan bagi yang mendengarnya. Untuk bisa memainkan alat musik ini dibutuhkan kehalusan rasa yang harus kita asah terus menerus. ingin saya katakan bahwa yang dipegang oleh dewi saraswati selalu meningatkan kita bahwa aspek kehalusan rasa tidak bisa diabaikan sejalan dengan kecerdasan logika yang kita miliki, buga teratai (lotus)
Sementara ada dua unggas yang menemani sang dewi yaitu angsa dan burung merak, angsa adalah hewan yang mencari makanan di dalam lumpur, dia bisa memilih mana makanan dan mana kotoran, ini menggambarkan kemampuan untuk memilih mana baik dan mana buruk (bijaksana). Burung merak adalah hewan yang melambangkan kewibawaan.
Manusia yang diharapkan ala Hindu adalah manusia yang mempunyai semangat belajar yang terus menerus karena menyadari bahwa ilmu itu tiada habisnya, menyimpan dengan baik apa-apa yang sudah dipelajari dan akan dipergunakan untuk memilah mana yang baik dan buruk dalam mengambil setiap keputusan. akan tetapi kecerdasan berpikir yang dimiliki mestinya diimbangi dengan kehalusan rasa yang tinggi, maka kebijaksanaan dan kewibawaan akan muncul.Senyum manis merupakan perlambang kemampuan seseorang untuk bersosialisasi. Menguasai ilmu pengetahuan tidak boleh melupakan aspek sosial kita, cerdas berpikir mestinya juga disertai dengan cerdas bergaul, bisa menempatkan diri dalam lingkungan dimana kita berad, kecerdasan tidaklah membuat seseorang menututp diri dari pergaulan, tetapi justru ia harus memanfaatkan kecerdasannya untuk mencari pergaulan yang seluas-luasnya yang selalu dilandasi saling menghargai, menghormati, tidak mau menang sendiri. Lotus (bunga tunjung ) adalah perlambang kesucian, filsafat lotis yang bisa dipetik adalah bahwa bunga tunjung itu akar dan batangnya berada di air akan tetapi bunga dan daunnya berada di permukaan
Dengan menguasai berbagai kompetensi (cerdas spiritual, cerdas sosial, cerdas emosional, cerdas sains, cedas rasa, sehat fisik, cerdas moral ) maka seseorang akan mampu seperti bunga teratai, akar dan batangnya berada di air daun dan bunganya di atas permukaan air, maksudnya orang tersebut akan mampu menjalani kehidupan ini dengan mantap, selalu berpegang pada kebaikan walapun ia berada di dalam hiruk pikuknya hal -hal yang besifat duniawi. Manusia seperti ini tidak akan meninggalkan hal hal duniawi untuk mencari kesucian tetapi layaknya bunga lotus (tunjung) yang akar dan batangnya tetap berada di air dan lumpur tetapi bunga dan daunnya berada di atas permukaan air. Manusia yang tetap kesadarannya tidak tenggelam dalam pengaruh kemelekatan duniawi adalahgambaran manusia yang diharapkan ala hindu yang diwujudkan dalam simbolis gambar Dewi Saraswati .......salam hangat...Aji belog
Jumat, 24 September 2010
PUPUTAN
PuputanPUPUTAN .....sebuah kata yang tiba-tiba saja terlintas di benak ajibelog ketika ia menonton ti pi di rumah tetangganya. maklum penghasilannya sehari -hari hanya cukup untuk mengganjal perutnya hari itu bersama anak dan istrinya, Itupun sudah digabungkan dengan pendapatan istrinya...
Sambil berjalan pulang dari rumah tetangganya tempat ajibelog menonton ti pi tadi ajibelog terus terngiang dengan isi berita dalam salah satu acara ti pi mengenai kerusuhan yang terjadi di mana mana. Masing-masing pihak mengatakan dirinya paling benar dan menyalahkan pihak lain dan karena masing-masing pihak sama-sama merasa benar dan mempertahankan kebenarannya masing-masing makan terjadilah kerusuhan itu.
Beh rasanya keadaan yang di dalam berita itu ibaratnya seperti perang saja, berguman ajibelog dalam hati, tapi aku tidak mengerti dengan apa yang mereka ributkan..pikir ajibelog lagi. dalam pikiran sederhananya ajibelog orang berperang adalah untuk mempertahankan negaranya dari serangan penjajah sperti yang diajarkan oleh bapak guru ketika aji belog masih di esde dulu.
Teringat aji belog ketika guru sejarahnya pada masa ajibelog esde dulu yang mengajarkan betapa gigih dan beraninnya para pahlawan bangsa memperjuangkan dan mempertahankan negara kesatuan republik indonesia ini, harta, darah bahkan jiwa dipertaruhkan oleh para pahlawan demi mempertahankan kesatuan bangsa tercinta ini...mereka bersatu padu untuk mepertahankan kesatuan negara ini, tanpa peduli dari suku, ras, aliran kepercayaan dan agama apapun. yang penting adalah tetap utuhnya negara kesatuan republik indonesia tercinta
Tetapi yang baru saja ajibelog saksikan di ti pi tadi adalah pertempuran yang terjadi justru diantara sesama bangsa indonesia, mereka saling tonjok saling lempar saling tusuk karena masing -masing kelompok merasa paling benar, paling baik dan paling suci.....beh macam-macam sudah alasannya. Alasan yang tidak bisa dimengerti oleh pola pikir ajibelog yang sederhana
Dalam benaknya aji belog hanya mengerti bahwa yang harus diperjuangkan sampai titik darah peghabisan adalah negara kesatuan ini, bukan yang lain-lain sebagaimana yang telah dilakukan oleh yang terhormat I Gusti Ngurah Rai dengan pasukan ciung wanaranya dulu. Pertempuran yang terjadi sekarang sangat jauh dengan puputan yang pernah dilakukan oleh yang terhormat I Gusti Ngurah Rai pada masa terdahulu yang menyisakan keharuman bangsa, darah yang membasahi pertiwi begitu harum semerbak, sangat jauh berbeda dengan apa yang baru ia saksikan di ti pi tadi....darah yang tertumpah menyisakan kesedihan dan sakit hati ....dan pada akhirnya akan berulang lagi seperti itu..
Berpikir sampai disana ajibelog tidak melanjutkan lagi karena ia sudah sampai di pintu pekarangan rumahnya...
Sambil berjalan pulang dari rumah tetangganya tempat ajibelog menonton ti pi tadi ajibelog terus terngiang dengan isi berita dalam salah satu acara ti pi mengenai kerusuhan yang terjadi di mana mana. Masing-masing pihak mengatakan dirinya paling benar dan menyalahkan pihak lain dan karena masing-masing pihak sama-sama merasa benar dan mempertahankan kebenarannya masing-masing makan terjadilah kerusuhan itu.
Beh rasanya keadaan yang di dalam berita itu ibaratnya seperti perang saja, berguman ajibelog dalam hati, tapi aku tidak mengerti dengan apa yang mereka ributkan..pikir ajibelog lagi. dalam pikiran sederhananya ajibelog orang berperang adalah untuk mempertahankan negaranya dari serangan penjajah sperti yang diajarkan oleh bapak guru ketika aji belog masih di esde dulu.
Teringat aji belog ketika guru sejarahnya pada masa ajibelog esde dulu yang mengajarkan betapa gigih dan beraninnya para pahlawan bangsa memperjuangkan dan mempertahankan negara kesatuan republik indonesia ini, harta, darah bahkan jiwa dipertaruhkan oleh para pahlawan demi mempertahankan kesatuan bangsa tercinta ini...mereka bersatu padu untuk mepertahankan kesatuan negara ini, tanpa peduli dari suku, ras, aliran kepercayaan dan agama apapun. yang penting adalah tetap utuhnya negara kesatuan republik indonesia tercinta
Tetapi yang baru saja ajibelog saksikan di ti pi tadi adalah pertempuran yang terjadi justru diantara sesama bangsa indonesia, mereka saling tonjok saling lempar saling tusuk karena masing -masing kelompok merasa paling benar, paling baik dan paling suci.....beh macam-macam sudah alasannya. Alasan yang tidak bisa dimengerti oleh pola pikir ajibelog yang sederhana
Dalam benaknya aji belog hanya mengerti bahwa yang harus diperjuangkan sampai titik darah peghabisan adalah negara kesatuan ini, bukan yang lain-lain sebagaimana yang telah dilakukan oleh yang terhormat I Gusti Ngurah Rai dengan pasukan ciung wanaranya dulu. Pertempuran yang terjadi sekarang sangat jauh dengan puputan yang pernah dilakukan oleh yang terhormat I Gusti Ngurah Rai pada masa terdahulu yang menyisakan keharuman bangsa, darah yang membasahi pertiwi begitu harum semerbak, sangat jauh berbeda dengan apa yang baru ia saksikan di ti pi tadi....darah yang tertumpah menyisakan kesedihan dan sakit hati ....dan pada akhirnya akan berulang lagi seperti itu..
Berpikir sampai disana ajibelog tidak melanjutkan lagi karena ia sudah sampai di pintu pekarangan rumahnya...
Kamis, 23 September 2010
Selasa, 21 September 2010
Bengong di bale bengong
balin titiange...
Kocap gumi baline sampun kaloktah ka dura negara, wenten sane ngorahang bali nika pulau dewata, wenten sane ngucapang bali punika PARADise island, wenten taler san ngorahang baline puniki pulau seribu pura, sakewanten yening bicikang nyelehin indik kawentenan gumi bali titiange sane mangkin puniki sampun mesiosan pisan yen saihang ring kawentenan baline duk riin.
Yen kemanah antuk titiang sane belog puniki sayan ngereredang sampun kabecikan gumi baline, napi mawanan titiang purun ngaturang asapunika seantukan piragi titiang, panggihin titiang akeh parindikanne ring bali sane tawah yen kemanah antuk titiang.
Minab ulian belog titiange puniki, taler titiang mondok ring desa, dados ten prasida antuk titiang nampenin kawentenan kawentenane sane mangkin. Sakewanten titiang ten sumanangsaya ring kawentenan balin titiang sakadi mangkin minab sampun paileh jagat sangkaning titah tuduh Ida Sanghyang Embang..
Pengaptin titiang dumugi jagat bali, parajana sami ring bali riwekas rahajeng rahayu, mangda sampunang bali dados pulau sex bebas, pulau judi, pulau maksiat miwah sane siosan, mangda tetep tirta baline ngadakang manahe tis, kidung baline stata kantun sida ngarumrum, gong baline lan igel-igelan baline setata prasida ngalilayang cita, mangda kantun bunga lan asep baline miik, mangda kantun para jana baline salunglung sabayantaka, pakedek pakenyung, asah asih asuh, mangda kantun alit-alite wenten genah maplalian, manda kantun bedugul lan kintamanine dingin lan buleleng panes, mangda kantun tukad baline yehne ning.....
Wantah metu saking manah titiang sane kalintang belog, sakewanten nulus manah titiang mangda balin titiange rahajeng rahayu.....duh ratu Sanghyang Embang....
Kocap gumi baline sampun kaloktah ka dura negara, wenten sane ngorahang bali nika pulau dewata, wenten sane ngucapang bali punika PARADise island, wenten taler san ngorahang baline puniki pulau seribu pura, sakewanten yening bicikang nyelehin indik kawentenan gumi bali titiange sane mangkin puniki sampun mesiosan pisan yen saihang ring kawentenan baline duk riin.
Yen kemanah antuk titiang sane belog puniki sayan ngereredang sampun kabecikan gumi baline, napi mawanan titiang purun ngaturang asapunika seantukan piragi titiang, panggihin titiang akeh parindikanne ring bali sane tawah yen kemanah antuk titiang.
Minab ulian belog titiange puniki, taler titiang mondok ring desa, dados ten prasida antuk titiang nampenin kawentenan kawentenane sane mangkin. Sakewanten titiang ten sumanangsaya ring kawentenan balin titiang sakadi mangkin minab sampun paileh jagat sangkaning titah tuduh Ida Sanghyang Embang..
Pengaptin titiang dumugi jagat bali, parajana sami ring bali riwekas rahajeng rahayu, mangda sampunang bali dados pulau sex bebas, pulau judi, pulau maksiat miwah sane siosan, mangda tetep tirta baline ngadakang manahe tis, kidung baline stata kantun sida ngarumrum, gong baline lan igel-igelan baline setata prasida ngalilayang cita, mangda kantun bunga lan asep baline miik, mangda kantun para jana baline salunglung sabayantaka, pakedek pakenyung, asah asih asuh, mangda kantun alit-alite wenten genah maplalian, manda kantun bedugul lan kintamanine dingin lan buleleng panes, mangda kantun tukad baline yehne ning.....
Wantah metu saking manah titiang sane kalintang belog, sakewanten nulus manah titiang mangda balin titiange rahajeng rahayu.....duh ratu Sanghyang Embang....
Langganan:
Postingan (Atom)


